aku,aku di besarkan di panti asuhan orang tuaku mungkin tidak menerima kehadiranku. aku banyak di benci teman di pantiku. aku tidak tahan dengan semua makian mereka, aku berharap aku bisa cepat dewasa aku ingin pergi dari panti asuhan ini. yang paling aku benci adalah nina,nina adalah salah satu anak panti yang paling tua dia selalu berlaga seperti ratu disana,aku muak dengannya sumpah serapah ingin ku ucap.tapi apa daya?aku tidak bisa melawannya. aku selalu mengikuti apa kemauannya...
"hei kau!kesini.. aku lelah PIJIT KAKIKU!" teriaknya kepadaku
"apaan sih?aku juga lelah kita semua sama-sama baru pulang sekolah"jawabku
"eh kau j*na berani kau melawanku lagi?HAH?"teriaknya,kali ini tepat di kupingku.
"kenapa aku harus takut padamu?kau bukan siapa-siapa" jawabku dengan santai
"k*parat!berani kau sama aku?"marahnya sambil menjambak rambutku.seketika itu ibu panti lewat melihatku dan nina sedang berkelahi,di selangi dengan teriakan mengadu domba anak panti yang lain.ibu panti mendekat, seketika itu nina melukai tangannya,merobek bajunya dan memberantakan rambutnya.
"NINA!J*NA!!apa yang kalian lakukan?"bentak ibu panti
"maaf bu.. tadi j*na menyuruhku memijitkan kakinya,tapi aku menolak!tapi dia malah menjambak rambutku bu"jawab nina dengan isak tangis.
"bohong bu, dia yang tadi menyuruhku" elakku dengan cepat
"tidak bu j*na bohong, disini aku yang disakiti bu, ibu liat tanganku luka,rambutku berantakan,dan bajuku robek!sedangkan dia?dia tidak terluka sedikit pun dan bajunya bu, tidak robek!!dia menganiaya aku bu.."belanya dengan lirih sambil meneteskan airmata.
"bukan bu!dia tadi melukai dirinya sendiri bu"jeritku
"SUDAHSUDAH!kau j*na mengapa kau menyakiti nina lagi?belum cukup hukuman yang sudah ibu berikan padamu kemarin?" marah ibu panti
"tapi aku tidak bersalah bu,aku tidak bersalah"jawabku
"sudahlah!kau sudah ketahuan bersalah masih mengelak!buktinya sudah ada. masuk ke kamarmu dan hari ini tidak ada makan hari ini untukmu" hardik ibu panti terhadapku
"tapi bu... aku belum makan"
"kalau kau ingin makan tunggu besok!" bentak ibu panti.
aku pun berlari ke kamarku,dengan menahan sakit di hati,perih yang aku rasakan!TUHAN TIDAK ADIL,APA SALAHKU?MENGAPA KAU BIARKAN AKU BEGINI??. aku pun menghempaskan badanku di tempat tidur,menangis dan menyesali keadaanku. AKU TIDAK PERCAYA SEMUA KEBESARAN TUHAN....
aku terbangun saat jam menunjukan 22.23 sudah lebih 7 jam aku tertidur, semua lampu di panti sudah di matikan. aku merasa lapar,lapar yang dahsyat. aku belum makan dari seharian ini. aku lapar.. tapi percuma jam segini tidak ada makanan di panti,yang ada hanya makanan sisa yang sudah kotor. aku pun menahan sakit perutku hingga aku tertidur lagi..
jam menunjukan pukul 5 aku terbangun,saat itu kurasa badanku lemas tak berdaya..
aku lapar....
kucuba bangun dari tempat tidurku,semua anak panti telah bangun dan membersihkan panti. ku langkahkan kaki dengan perlahan dan mencoba mengambil sapu. ku sapu kamar ku yang kecil dan pengap itu. jam menunjukan pukul 05.15 aku bergegas mandi untuk berangkat ke sekolah.
dan waktu yang aku tunggu-tunggu pun datang yaitu waktu sarapan. aku bergegas ke dapur mengambil nasi goreng pagi itu,setelah mengambil nasi goreng dari ibu panti aku berlari kecil ke ruang makan. tanpa ku duga nina menjulurkan kakinya saat aku berlari kecil dan BUUKKKK! nasi goreng itu jatuh ke lantai,dengan sigap nina mengambil sapu di sapunya makananku
"nina,mengapa kau sapu makananku?"tanyaku
"itu balasan buat anak belagu kayak kau"bentaknya
melihat ada yang terjatuh ibu panti menghampiri kami. "kenapa lagi kalian?"tanya ibu panti sedikit membentak
"ini bu,j*na. tadi aku membantunya membereskan makanan yang dia jatuhkan.tapi, dia malah memarahiku bu"jawab nina dengan muka memelasnya lagi
"mengapa kau memarahinya j*na?seharusnya kau berterima kasih telah di bantunya membereskan makananmu" tanya ibu panti dengan nada tinggi
"aku.. aku.."
"kenapa lagi?sudah pergi ke sekolah kau! ibu tidak suka alasanmu yang mengada-ngada" marah bu panti kepadaku.
aku pun menurut,dengan langkah gontai ku tinggalkan panti.sumpah perutku lapar..
tuhan apa ini yang kau mau?aku tidak kuat tuhan. tangisku..
hatiku pilu tuhan, tuhan aku tidak mampu menjalani ini.
biarpun saya belum membaca cerpen ini.
BalasHapustp keliatan ny udah mnarik, itu dah terbukti dari judul nya
haha :P
sok tahu nih :)
BalasHapus