Selasa, 21 Agustus 2012

ku amati rangkaian-rangkaian puisi yang sengaja aku kumpulkan,begitu banyak coretan cinta disana. semakin dalam aku membuka lembarannya,semakin dalam pula makna yang berada di dalamnya. ku nikmati cuaca malam ini,langit dengan penuh bintang-bintang bertaburan,dan firework yang ingin memperlihatkan kepada langit malam betapa indahnya,sementara aku hanya duduk di balkon rumah sambil mencumuti segelas espereso hangat dan sesekali melirik indahnya malam ini. dari bulan yang bermekar indah seakan  tersenyum penuh makna,dari suara takbir yang menghangatkan hati dan menikmati memorabilia saat malam takbir lalu. ya,dia dulu di sampingku. tepat di kursi ini berbagi kisah yang tiada habis sambil menikmati semangkuk mie instan penghangat malam itu. banyak pembicaraan kala itu. dan saat malam itulah hatiku bergetar hebat,aku telah menerimanya masuk semakin jauh ke dalam hatiku,membiarkan masa laluku dengan Arkhi melayang jauh menembus awan-awan malam itu. aku merasa canggung di dekatnya,sungguh rasa yag bodoh sesekali ku lirik jam tangan agar waktu semakin lama bergerak,tetapi waktu seperti membaca pikiranku dan menolk itu mentah-mentah.
lamunanku buyar saat mendengar teriakan dari dalam rumah.
"nila,ayo pergi sekarang. acara ayahmu sudah hampir di muai"
"sekarang?nila ganti baju dulu ma"
"bawa laptopmu jngan lupa"
"iya,ga mungkin aku meninggalkannya disini"
aku pun meninggalkan rumah dan mencoba membuang memori dari kamu ke laut hingga ke dasarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar