Rabu, 08 April 2015

sang pembuat keputusan

selamat malam.. jadi saya tepatnya malam ini tertegun, terasa, terombang-ambing karena sebuah lagu di memori lama hp saya. bukan memori pikiran ya, tetapi memori handphone. sekali lagi memori handphone. iya, jadi saat saya membuka folder 'ma music on ma mind' saya tidak mengerti apa maksud saya dulu memberi nama folder itu seperti itu, tetapi setelah mencoba memasukkan semua lagu ke aplikasi winamp saya baru sadar mengapa saya memberikan nama folder itu seperti itu. jadi disana ada beberapa lagu, bukan beberapa tetapi banyak lagu yang saya telah janji kepada diri saya, tpatnya hidup saya untuk mengingatnya sampai mati. mengapa? karena disana ada berbagai memorabilia, memoralabilia, memoragalaulia, memorasakitlia. ya sekali-sekali mendengar musik masa lalu bukan mengapa kan? karena jika kau telah melangkah cukup jauh atau bisa dibilang sangat jauh. segala macam kerikil yang mewarnai jalananmu akan terasa sangat biasa. iya, semuanya biasa hingga akhirnya aku kembali membuka folder-folder terdalam. GOTCHA!! aku menemukan lagu dengan nama yang sungguh aneh, dan sekali lagi aku lupa apa maksud dan niatku hingga memberi judul lagu seperti itu. kau tahu, judul lagu itu adalah 'my guardiant angel' aku pun menebak-nebak mungkin lagu ini adalah lagunya cinta laura yang ada lirik guardiant angel-nya, tetapi untuk apa aku menyimpan folder ini amat jauh? 10 folder dari folder utama. karena didera rasa penasaran yang menggebu, aku pun membukanya. dan kau bisa tebak itu lagu apa? jadi lagu itu adalah lagu dari seorang penyanyi wanita 'lengsir wangi'. WHAT? bukan-bukan aku bercanda. lagu itu adalah lagu dari seorang penyanyi wanita, ADELE. dan kau tahu judulnya apa? judulnya don't you remember. lalu kemudian, setelah cukup lama aku menikmatinya, sebuah ingatan yang lama aku hilangkan muncul kmbali ke permukaan. seperi bensin yang tersulut api dan menghasilkan gemericik api yang membakarmu. tetapi tenanglah, aku tidak terbakar. aku memang tidak terbakar, tetapi aku hancur. untuk kesekian kalinya perasaan hancur itu menimpa diriku. aku kira rasa menyakitkan itu sudah hilang hingga ke akar-akarnya tetapi aku salah. rasa itu ternyata masih bertengger di atas singgasana kebesarannya. tersenyum puas karena berhasil menjatuhkanku ke jurang paling dalam. jurang tanpa dasar. kau pasti bertanya-tanya kenapa begitu sakit? apa sosok yang di gambarkan lagu ini menyakitimu hingga segitunya? tidak, tidak. pikiranmu salah. bukan sosok itu yang menjadi tokoh antagonisnya, tetapi seseorang yang menulis pernyataan ini. iya, jadi dia hanyalah seoran gadis yang didera rasa bersalah yang cukup besar, dia hanyalah gadis yang tidak mengerti bagaimana untuk memperbaiki semua yang telah terjadi menjadi seperti sedia kala. oke cukup! sepertinya pembahasan antara pelaku dan korban sudah cukup. mari kita membahas perihal lagu tadi. tentu sebagian atau semua dari kalian pernah mendengarsnya. atau mungkin menghafalnya atau bahkan menghayatinya. merdu bukan? tentu setiap manusia di bumi yang masih memiliki pikiran dan jiwa yang waras akan serentak menjawab "merdu". begitu juga aku, aku juga merasakan hal itu. sangat merdu, lalu mengapa kau seperti membenci lagu itu? tidak, tidak aku tidak membenci lagu ini. aku hanya tidak suka mendengarnya, karena lagu ini selalu ingin mengajakku bermain-main dengan sebuah bungkusan lama yang sudah aku hilangkan entah kemana. aku pikir bungkusan itu sudah ku bakar atau ku kubur. ternyata bungkusan itu masih berada di bawah tempat tidurku. maafkanlah, itu hanya sebuah kiasan. agar kau mengerti apa yang ku maksudkan. oke kita mulai dengan bait pertama lagu tadi.

When will I see you again?
You left with no goodbye,
Not a single word was said,
No final kiss to seal any sins,
I had no idea of the state we were in,

menurutmu bagaimana dengan lrik di atas? bisa kau merasakan perasaan di lagu itu? jika kau bilang di lirik itu adalah penggambaran orang yang sedih karena telah di tinggalkan. bukan sayang. itu adalah kata-kata pengharapan. si empunya berharap bertemu dengan yang meninggalkan. sedih dong? tidak. kata itu sudah lama hilang dari benaknya. lalu apa yang di harapkan oleh si empunya lagu ini? tidak banyak. hanya sebuah ucapan 'selamat tinggal' atau kata apa pun yang menggambarkan 'aku akan pergi' atau 'selamat tinggal'.

I know I have a fickle heart and a bitterness,
And a wandering eye, and heaviness in my head,

itu sepotong bait kedua. jahat ya? jika kau bilang dia jahat, aku tidak dapat mengelak dia memang jahat. tetapi kau lihat kembali. jahat yang ditimbulkannya suci. apa maksudmu? apa kau tidak lihat dia mengakui kejahatannya? bukankah hanya orang berhati suci saja yang mau mengakui kejahatannya? sekali lagi, benarkan kata-kataku?

But don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more

oke ini bait ketiga. apa yang kalian pikirkan? BERHARAP! iya berharap, disana tampak sekali kata-kata pengharapan. kasian sekali ya? aku tidak akan menyalahkan pendapatmu jika kau beranggapan seperti itu. memang kata itu berharap, tetapi jika kau anggap berharap untuk kembali bersama. KAU SALAH!. ia hanya ingin di ingat, ia hanya ingin di anggap. mengapa? emangnya penting? tidak, tidak penting. sekali lagi aku bilang itu tidak penting untuk mengingatnya, apalagi untuk mengingat alasan kalian saling menyukai. tetapi kau lihat di lirik terakhir, ia hanya ingin di ingat sekali atau mungkin di anggap sekali saja. mengapa begitu? haruskah ku beri tahu alasannya kepada kalian? ayo lah kalian pasti bisa memikirkannya. alasannya simple 'ia manusia, ia butuh adanya interaksi. jikalau dia tidak berinteraksi? dia patung'

When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,

ia menyesal. bodoh sekali. menyesal untuk hal-hal yang tak berguna. kau yakin ia menyesal? aku tidak akan menyangkal jika ia sedikit menyesal, tetapi coba baca lirik selanjutnya. disana ia menuntut kejelasan. bukankah menuntut untuk bertanya apa yang salah adalah pekerjaan seorang pemberani?

 baiklah lagu ini selesai, aku salah ternyata ada satu bait lagi yang mungkin terlupakan. bagaimana bisa? karena aku tidak suka bermaiin-main dengan lagu ini, aku hanya memutarnya pada bagian 3/4 nya. aneh. kau benar-benar bukan penikmat lagu! jika itu yang kalian katakan padaku, dengan kuatnya hati aku berkata kau salah. aku telah menikmati lebih dari seribu lagu dalam hidupku, dari aku lahir hingga akhirnya bisa menentukan keputusan. lalu mengapa? aku hanya tidak ingin bermain-main. karena jika kaua sudah bisa menentukan keputusan, keputusan utama yang akan kau lakukan adalah tidak bermain-main.

Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hoped that you'd find the missing piece,
To bring you back to me

aku pikir si empunya telah menyerah terhadap 'tujuan' dari lagu ini. pertama saat membacanya aku juga berpikir begitu. sama halnya sepertimu. lalu apakah aku bertahan dengan pendapatku. jawabannya tidak, aku bukanlah pemalas yang selalu menunggu jawaban dari suatu coretan kertas. aku adalah pencari teerhebat yang pernah terlahir di muka bumi ini. baiklah, aku terlalu berbangga. lantas kenapa? salahkah? sekarang aku tanyakan kepadamu 'apakah kau tidak pernah berbangga diri?' apakah kau tidak pernah berbangga diri sepanjang hidupmu?'. oke hentikan sebelum aku terlalu banyak mengeluarkan ilusi-ilusi tajamku. jadi, aku terus beranggapan sepeti itu hingga kemudian sebuah kejadian klasik tentang arti sebuah kemenangan menghampiriku. sekarang kau mengerti maksudku? atau mungkin tidak? tidak apa-apa jika kau tidak mengerti. karena konsentrasimu mungkin telah sedikit berkurang akibat konsentrasi yang terlalu tinggi pada awal kalimat gilaku ini.
lanjut, jadi mengapa aku bisa menarik kesimpulan itu? itu karena kata-kaa di awal bait ini yaitu 'aku akan memberimu jarak untuk bernafas, aku akan menjaga agar kita tidak berdekatan sehingga kau bisa lebih bebas' bukankah kata-kata itu adalah kata-kata seorang pemenang? baiklah, tulisanku kali ini hanya aku dedikasikan bagi para pemikir. pemikir sejati, bukan pemikir ulang. dan sangat teramat sangat untuk ia 'sang pembuat keputusan'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar