Sabtu, 01 Oktober 2016

MATAHARI by Tere Liye

Resensi novel "MATAHARI" tere liye


"hidup ini adalah petualangan Ali. semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualang yang melakukan hal terbaik"

Aku tidak akan bilang jika aku baru menyelesaikan novel ini tadi malam atau kemarin sore di bawah rintikan hujan di awal bulan oktober. Bukan. Bukan itu. Aku sudah menyelesaikan novel ini sejak akhir agutus pasca dua hari aku membelinya, di atas langit biru, ditemani awan cerah. aku serius. Ketika membaca aku sedang duduk di atas sebuah pesawat dengan ketinggian diatas 3000 kaki. Sambil mengamati selat yang menyambungkan jawa dan kalimantan disertai fantasi-fantasi hebat jika aku bisa menembus permukaan tanah xD.
Baiklah novel ini masih berkisah tentang seputar tiga sahabat yang sedang berpetualang, aku selalu merasa ikut terbawa ketika membacanya. Aku merasa seperti aku karakter keempat di novel ini. Bayangkan saja kau membaca novel tetapi kau juga bisa menonton film 3D berpendar-pendar di khayalanmu. Itulah kekuatan membaca, kalian bebas berfantasi ria membayangkan adegan disuatu novel membuat kreatifitas mengkhayalmu menjadi lebih baik. Selama khayalan yang kalian miliki baik, itu bisa menjadi sebuah karya ya. Salah satunya novel ini, full of fantasy. Aku mungkin merupakan salah satu dari penikmat novel ini yang selalu penasaran akan tiap-tiap kejadian yang akan terjadi termasuk ketika Raib, Ali, dan Seli mulai memasuki lorong menuju ke dalam perut bumi, ketika penasaran bagaimana bentuk klan matahari, dan bagaimana klan matahari bisa terpisah dengan klan lainnya.
Aku akui 'matahari' tidak hanya baik untuk dibaca kalangan anak-anak tetapi juga bagus untuk dibaca semua umur. Ceritanya memang seputar remaja, rasa ingin tahu yang tinggi, pengetahuan, dan rasa percaya diri remaja yang selalu benar ketika mereka mengambil sebuah keputusan. Tetapi semuanya terasa sangat nyata dan dapat diterima semua umur. Pembayangan masa remaja ini sangat apik digambarkan oleh Tere Liye yang notabene bukanlah penulis dari kalangan remaja. Novel ini ringan dan santai tetapi memaksa otak untuk tetap fokus tentang hal selanjutnya. 
Aku akui kembali, penggambaran tempat dan barang-barang unik salah satunya 'ily' yang terdapat di novel ini membuatku pangling. Tere Liye mampu membuat pembaca mengerti bagaimana kondisi tempat yang sedang digambarkannya, aku bahkan sangat dibuat penasaran mengenai klan matahari, awalnya aku mengira bahwa klan matahari adalah sebuah kota yang tertinggal yang membuatku hampir kecewa karena berarti petualangan tiga sahabat ini akan berakhir, tetapi itu semua hilang ketika mereka diselamatkan oleh Faarazaraaf. Sekali lagi aku dibuat penasaran dan tidak diizinkan berpaling. Aku bahkan tidak habis pikirketika penulis menggambarkan lapisan-lapisan bumi, proses terjadinya gempa bumi, itu pasti dibutuhkan beberapa riset agar kenyataan dan fiksi dapat berjalan beriringan. Tetapi anehnya aku menikmati setiap ilmu yang masuk lewat novel ini. Ada beberapa hal juga terkait pengetahuan yang disampaikan di novel ini, misalnya :
halaman 142 :
“Kebanyakan ular merasakan getaran udara melalui organ yang disebut membran typhani. Ular akan mendeteksi segala sesuatu yang ada di sekitarnya dengan menggunakan lidahnya yang bercabang. Itulah sebabnya mengapa ular sering menjulurkan lidah." 

halaman 185 :
“Ubur-ubur abadi tidak pernah mati. Ditemukan di Laut Mediterania dan perairan Jepang, ubur-ubur ini bisa bertransformasi, mengubah sel-selnya dari usia dewasa kembali menjadi bayi, begitu seterusnya." 


Selebihnya aku puas menjadi bagian atau beberapa orang yang turut membaca novel ini.
Disetiap karya tentu menyajikan kelebihan beserta kekurangannya, kekurangan novel ini sebenernya sedikit sehingga banyak tertutupi karena kelebihannya, termasuk kata-kata typo, penulisan panggilan pribadi yang sama dengan novel karya Tere Liye lainnya 'orangtua' (mungkin ini ciri khas Tere Liye), serta kurangnya peran karakter orangtua di novel ini. Tetapi untuk secara keseluruhan saya menikmati dan menantikan chapter selanjutnya terbit. hates to be kept waiting next chapter
penutup tulisan ini, akan saya sajikan quote terakhir yang saya dapat dari novel ini (saya selalu seneng baca novel karya Tere Liye karena banyak menyelip quote yang bikin hati mengiya-iyakan Lol :D)

"Sesuatu akan bertahan lebih lama saat diwariskan lewat buku, dituliskan"



Rabu, 11 November 2015

untitled

teRuntuk bisikan angin berhembus merdu. apa kabarmu?
sudah seAbad tak kurasakan dinginnya kehadiranmu
teruntuk angin muson dari timur. sedang dimana dirimu?
tak ku Lihat kau menunggu di pertigaan musim
teruntuk gumpalan angin dalam syahdu. kau tinggalkan kemana jejakmu?
ingin ku Daki jejak samar yang kau tinggaLkan di pucuk malam
teruntuk hembusan angin penawar racun. semBunyikah sosokmu?
tak ku paksakan jIka kita tak bersua, tetapi ketetapan telah tertulis di langit sana
tak mengapa jika kini lorong itu tetap gela, gersang, dan usang
ku tunggu kaU membuka gerbang kebahagian dengan membawa cahaya yang sempurna bak mahligai raja-raja dengan kata titipan surgawi yang mengukir senyum Wahai Pencipta.
pabila semasa nantI alunan jantung dunia berderap. dekaplah aku seperti kau mendekap hujan, Tetapi jangan kau jadikan aku bumI.
Karena aku bukanlah bumi yang tegar, bukan pula bumi yang meminta di kasihankan. dekaplah aku seperti malam mendekap bulan.

teruntuk kaum yang berpikir. gA ngerti ya? sudahlah baca saja. anggap saja itu pembuka untuk jiwa yang telah hilang selama 6 bulan. masih ga ngerti ya puisinya tentang apa? hemmm mungkin tentAng dia

Rabu, 08 April 2015

sang pembuat keputusan

selamat malam.. jadi saya tepatnya malam ini tertegun, terasa, terombang-ambing karena sebuah lagu di memori lama hp saya. bukan memori pikiran ya, tetapi memori handphone. sekali lagi memori handphone. iya, jadi saat saya membuka folder 'ma music on ma mind' saya tidak mengerti apa maksud saya dulu memberi nama folder itu seperti itu, tetapi setelah mencoba memasukkan semua lagu ke aplikasi winamp saya baru sadar mengapa saya memberikan nama folder itu seperti itu. jadi disana ada beberapa lagu, bukan beberapa tetapi banyak lagu yang saya telah janji kepada diri saya, tpatnya hidup saya untuk mengingatnya sampai mati. mengapa? karena disana ada berbagai memorabilia, memoralabilia, memoragalaulia, memorasakitlia. ya sekali-sekali mendengar musik masa lalu bukan mengapa kan? karena jika kau telah melangkah cukup jauh atau bisa dibilang sangat jauh. segala macam kerikil yang mewarnai jalananmu akan terasa sangat biasa. iya, semuanya biasa hingga akhirnya aku kembali membuka folder-folder terdalam. GOTCHA!! aku menemukan lagu dengan nama yang sungguh aneh, dan sekali lagi aku lupa apa maksud dan niatku hingga memberi judul lagu seperti itu. kau tahu, judul lagu itu adalah 'my guardiant angel' aku pun menebak-nebak mungkin lagu ini adalah lagunya cinta laura yang ada lirik guardiant angel-nya, tetapi untuk apa aku menyimpan folder ini amat jauh? 10 folder dari folder utama. karena didera rasa penasaran yang menggebu, aku pun membukanya. dan kau bisa tebak itu lagu apa? jadi lagu itu adalah lagu dari seorang penyanyi wanita 'lengsir wangi'. WHAT? bukan-bukan aku bercanda. lagu itu adalah lagu dari seorang penyanyi wanita, ADELE. dan kau tahu judulnya apa? judulnya don't you remember. lalu kemudian, setelah cukup lama aku menikmatinya, sebuah ingatan yang lama aku hilangkan muncul kmbali ke permukaan. seperi bensin yang tersulut api dan menghasilkan gemericik api yang membakarmu. tetapi tenanglah, aku tidak terbakar. aku memang tidak terbakar, tetapi aku hancur. untuk kesekian kalinya perasaan hancur itu menimpa diriku. aku kira rasa menyakitkan itu sudah hilang hingga ke akar-akarnya tetapi aku salah. rasa itu ternyata masih bertengger di atas singgasana kebesarannya. tersenyum puas karena berhasil menjatuhkanku ke jurang paling dalam. jurang tanpa dasar. kau pasti bertanya-tanya kenapa begitu sakit? apa sosok yang di gambarkan lagu ini menyakitimu hingga segitunya? tidak, tidak. pikiranmu salah. bukan sosok itu yang menjadi tokoh antagonisnya, tetapi seseorang yang menulis pernyataan ini. iya, jadi dia hanyalah seoran gadis yang didera rasa bersalah yang cukup besar, dia hanyalah gadis yang tidak mengerti bagaimana untuk memperbaiki semua yang telah terjadi menjadi seperti sedia kala. oke cukup! sepertinya pembahasan antara pelaku dan korban sudah cukup. mari kita membahas perihal lagu tadi. tentu sebagian atau semua dari kalian pernah mendengarsnya. atau mungkin menghafalnya atau bahkan menghayatinya. merdu bukan? tentu setiap manusia di bumi yang masih memiliki pikiran dan jiwa yang waras akan serentak menjawab "merdu". begitu juga aku, aku juga merasakan hal itu. sangat merdu, lalu mengapa kau seperti membenci lagu itu? tidak, tidak aku tidak membenci lagu ini. aku hanya tidak suka mendengarnya, karena lagu ini selalu ingin mengajakku bermain-main dengan sebuah bungkusan lama yang sudah aku hilangkan entah kemana. aku pikir bungkusan itu sudah ku bakar atau ku kubur. ternyata bungkusan itu masih berada di bawah tempat tidurku. maafkanlah, itu hanya sebuah kiasan. agar kau mengerti apa yang ku maksudkan. oke kita mulai dengan bait pertama lagu tadi.

When will I see you again?
You left with no goodbye,
Not a single word was said,
No final kiss to seal any sins,
I had no idea of the state we were in,

menurutmu bagaimana dengan lrik di atas? bisa kau merasakan perasaan di lagu itu? jika kau bilang di lirik itu adalah penggambaran orang yang sedih karena telah di tinggalkan. bukan sayang. itu adalah kata-kata pengharapan. si empunya berharap bertemu dengan yang meninggalkan. sedih dong? tidak. kata itu sudah lama hilang dari benaknya. lalu apa yang di harapkan oleh si empunya lagu ini? tidak banyak. hanya sebuah ucapan 'selamat tinggal' atau kata apa pun yang menggambarkan 'aku akan pergi' atau 'selamat tinggal'.

I know I have a fickle heart and a bitterness,
And a wandering eye, and heaviness in my head,

itu sepotong bait kedua. jahat ya? jika kau bilang dia jahat, aku tidak dapat mengelak dia memang jahat. tetapi kau lihat kembali. jahat yang ditimbulkannya suci. apa maksudmu? apa kau tidak lihat dia mengakui kejahatannya? bukankah hanya orang berhati suci saja yang mau mengakui kejahatannya? sekali lagi, benarkan kata-kataku?

But don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more

oke ini bait ketiga. apa yang kalian pikirkan? BERHARAP! iya berharap, disana tampak sekali kata-kata pengharapan. kasian sekali ya? aku tidak akan menyalahkan pendapatmu jika kau beranggapan seperti itu. memang kata itu berharap, tetapi jika kau anggap berharap untuk kembali bersama. KAU SALAH!. ia hanya ingin di ingat, ia hanya ingin di anggap. mengapa? emangnya penting? tidak, tidak penting. sekali lagi aku bilang itu tidak penting untuk mengingatnya, apalagi untuk mengingat alasan kalian saling menyukai. tetapi kau lihat di lirik terakhir, ia hanya ingin di ingat sekali atau mungkin di anggap sekali saja. mengapa begitu? haruskah ku beri tahu alasannya kepada kalian? ayo lah kalian pasti bisa memikirkannya. alasannya simple 'ia manusia, ia butuh adanya interaksi. jikalau dia tidak berinteraksi? dia patung'

When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,

ia menyesal. bodoh sekali. menyesal untuk hal-hal yang tak berguna. kau yakin ia menyesal? aku tidak akan menyangkal jika ia sedikit menyesal, tetapi coba baca lirik selanjutnya. disana ia menuntut kejelasan. bukankah menuntut untuk bertanya apa yang salah adalah pekerjaan seorang pemberani?

 baiklah lagu ini selesai, aku salah ternyata ada satu bait lagi yang mungkin terlupakan. bagaimana bisa? karena aku tidak suka bermaiin-main dengan lagu ini, aku hanya memutarnya pada bagian 3/4 nya. aneh. kau benar-benar bukan penikmat lagu! jika itu yang kalian katakan padaku, dengan kuatnya hati aku berkata kau salah. aku telah menikmati lebih dari seribu lagu dalam hidupku, dari aku lahir hingga akhirnya bisa menentukan keputusan. lalu mengapa? aku hanya tidak ingin bermain-main. karena jika kaua sudah bisa menentukan keputusan, keputusan utama yang akan kau lakukan adalah tidak bermain-main.

Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hoped that you'd find the missing piece,
To bring you back to me

aku pikir si empunya telah menyerah terhadap 'tujuan' dari lagu ini. pertama saat membacanya aku juga berpikir begitu. sama halnya sepertimu. lalu apakah aku bertahan dengan pendapatku. jawabannya tidak, aku bukanlah pemalas yang selalu menunggu jawaban dari suatu coretan kertas. aku adalah pencari teerhebat yang pernah terlahir di muka bumi ini. baiklah, aku terlalu berbangga. lantas kenapa? salahkah? sekarang aku tanyakan kepadamu 'apakah kau tidak pernah berbangga diri?' apakah kau tidak pernah berbangga diri sepanjang hidupmu?'. oke hentikan sebelum aku terlalu banyak mengeluarkan ilusi-ilusi tajamku. jadi, aku terus beranggapan sepeti itu hingga kemudian sebuah kejadian klasik tentang arti sebuah kemenangan menghampiriku. sekarang kau mengerti maksudku? atau mungkin tidak? tidak apa-apa jika kau tidak mengerti. karena konsentrasimu mungkin telah sedikit berkurang akibat konsentrasi yang terlalu tinggi pada awal kalimat gilaku ini.
lanjut, jadi mengapa aku bisa menarik kesimpulan itu? itu karena kata-kaa di awal bait ini yaitu 'aku akan memberimu jarak untuk bernafas, aku akan menjaga agar kita tidak berdekatan sehingga kau bisa lebih bebas' bukankah kata-kata itu adalah kata-kata seorang pemenang? baiklah, tulisanku kali ini hanya aku dedikasikan bagi para pemikir. pemikir sejati, bukan pemikir ulang. dan sangat teramat sangat untuk ia 'sang pembuat keputusan'

Jumat, 05 Desember 2014

I'M BACK, AKU KEMBALI

holaaa my blog my follower my blog friends. sudah lama tidak bersua apalagi berbicara dari hati ke hati. setelah sekian lama mengambang dan kehilangan arah mencari kesan kemari email dan password blog ini, kini saatnya aku ingat kembali. jadi hari ini aku akan mengulang, merajut, menyambung ceritacerita yang banyak terpotong dari tahun 2012. dari mulai aku lulus sma, masuk kuliah, hingga akhirnya menemukan calon jodohku. (etdaah, jodoh dari mana? dia aja ga kenal sama lo wil wil) lah emang kenapa? setiap orang berhak kali bermimpi mau berjodoh dengan siapa. selama masih bisa ngimpi apa  salahnya, ya gaaakkkk? jujur aku sekarang atau akhir-akhir menjadi cewek yang sibuk banget. bukan cuma karena kuliah tapi cuma kegiatan di luar kuliah. ceritanya mau jadi anak kuliahan yang aktif (tapi boong) eh gak serius kok, aku selalu sibuk.  iyaa dehh yaa mulaai ngawur, gue pikir cukup dulu postan gue kali ini. sekedar buat menyapa aja untuk tementemen blog gue maupun orang yang suka nguntilin blog gue. sekian dan terimakasih. byeebyeee, keep ga nyambung yaa :*****

Selasa, 21 Agustus 2012

untitled

terkadang menusia telah di bodohkan dengan suatu pengharapan. kadang pula pengharapan berakhir bahagia tapi tidak banyak pula pengharapan berakhir dengan sebuah kekecewaan.
manusia terlalu pintar menyimpan seluk beluk pengharapan mereka. bahkan mungkin menikmati pengharapan itu sendiri tanpa ada seseorang yang tahu bagaimana sakitnya mereka melihat yang mereka harapkan tidak sesuai kenyataan.
jadi terulah berharap dengan pengharapan bodohmu
sungguh kau telah terlalu jauh di buai dengan sebuah pengharapan.


ku amati rangkaian-rangkaian puisi yang sengaja aku kumpulkan,begitu banyak coretan cinta disana. semakin dalam aku membuka lembarannya,semakin dalam pula makna yang berada di dalamnya. ku nikmati cuaca malam ini,langit dengan penuh bintang-bintang bertaburan,dan firework yang ingin memperlihatkan kepada langit malam betapa indahnya,sementara aku hanya duduk di balkon rumah sambil mencumuti segelas espereso hangat dan sesekali melirik indahnya malam ini. dari bulan yang bermekar indah seakan  tersenyum penuh makna,dari suara takbir yang menghangatkan hati dan menikmati memorabilia saat malam takbir lalu. ya,dia dulu di sampingku. tepat di kursi ini berbagi kisah yang tiada habis sambil menikmati semangkuk mie instan penghangat malam itu. banyak pembicaraan kala itu. dan saat malam itulah hatiku bergetar hebat,aku telah menerimanya masuk semakin jauh ke dalam hatiku,membiarkan masa laluku dengan Arkhi melayang jauh menembus awan-awan malam itu. aku merasa canggung di dekatnya,sungguh rasa yag bodoh sesekali ku lirik jam tangan agar waktu semakin lama bergerak,tetapi waktu seperti membaca pikiranku dan menolk itu mentah-mentah.
lamunanku buyar saat mendengar teriakan dari dalam rumah.
"nila,ayo pergi sekarang. acara ayahmu sudah hampir di muai"
"sekarang?nila ganti baju dulu ma"
"bawa laptopmu jngan lupa"
"iya,ga mungkin aku meninggalkannya disini"
aku pun meninggalkan rumah dan mencoba membuang memori dari kamu ke laut hingga ke dasarnya.

nothing is better